KHUTBAH: 260327 – Al‑Qalbu
“Berteman”
«المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل»
“Seseorang itu menurut agama teman akrabnya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian memperhatikan siapa yang akan ia jadikan teman akrab.”
Hadits shahih, diriwayatkan oleh at‑Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dan beliau berkata: “Hadits hasan shahih”. Dinilai shahih pula oleh al‑Hakim dan Ibnu Baz.
Lima Kepribadian Dasar (Imam al‑Ghazali)
- العقل (akal): Pilihlah teman yang memiliki akal yang sehat. Karena orang bodoh bisa memberi mudarat, walau berniat baik. Musuh yang cerdas lebih baik daripada teman yang bodoh.
- حسن الخلق (adab dan akhlak baik): Pilih orang yang mampu menguasai dirinya ketika marah atau tergoda syahwat, bukan yang mudah kehilangan kendali.
- الصلاح (kesalehan): Pilih teman yang menjauhi dosa-dosa besar dan takut kepada Allah. Karena orang fasik tidak bisa dijamin kebaikan dan akhlaknya.
- صدق اللسان (kejujuran): Pilih orang yang tidak suka berbohong atau menipu. Karena pendusta akan mengkhianati kedekatan dan kepercayaan.
- قلة الطمع في الدنيا (tawadhu’ dari dunia): Pilih orang yang tidak tamak terhadap harta, tidak berlomba-lomba mengejar dunia sampai mengorbankan agama.
Nasihat Nabi tentang Teman dan Tetangga
«الْجَارُ قَبْلَ الدَّارِ وَالرَّفِيقُ قَبْلَ الطَّرِيقِ»
“Tetangga mendahului rumah, dan teman perjalanan mendahului jalannya.”
Diriwayatkan oleh ath‑Thabrani, hadits ini dihukumi hasan.
Hak‑Hak Tetangga dalam Islam
- الإحسان (berbuat baik): Membagikan makanan, membantu kesulitan, dan tidak menutup pintu atau menolak bantuan saat mereka membutuhkan.
- عدم الإيذاء (tidak menyakiti): Rasulullah ﷺ bersabda: «مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يُؤْذِ جَارَهُ» (“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah ia menyakiti tetangganya.”) Hadits mauttafaq ‘alaih dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.
- الجار ذو القربى (tetangga yang juga kerabat): Mereka memiliki hak ganda, yaitu hak sebagai tetangga dan hak sebagai kerabat: harus disambung silaturahmi, dibantu, dan diperlakukan dengan kasih sayang.
Fitrat Manusia
«كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ»
Hadits shahih, mauttafaq ‘alaih, diriwayatkan oleh al‑Bukhari (1358) dan Muslim (2658) dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.