Menjadi Muslim yang Bijak

Ali Imron : 189 – 191

Materi Ceramah: Menjadi Muslim yang Bijak

Kuliah Subuh Masjid Al Qalbu Deltasari

14 Desember 2025.

Kebijaksanaan dari fenomena alam

Seorang Muslim yang bijak membaca alam sebagai kitab terbuka: setiap unsur mengajarkan sikap hidup yang menuntun kita pada taqwa dan akhlak mulia.

  • Bumi: keteguhan, kesabaran, konsistensi di atas prinsip yang benar.
  • Air: membersihkan, menyejukkan, dan mengalir rendah—mengajarkan kerendahan hati.
  • Udara/Angin: tak terlihat namun vital—mengajarkan keikhlasan dan peran yang tidak mencari sorotan.
  • Api: bermanfaat bila terkontrol, membahayakan bila lepas—latihan kendali emosi dan potensi.
  • Cahaya: memberi arah dan harapan—menjadi penerang bagi keluarga dan masyarakat.
  • Manusia: khalifah di bumi—menjalankan amanah dengan adil, tanggung jawab, dan rendah hati.
  • Burung Ababil: simbol pertolongan Allah—kecil namun membawa kemenangan karena iman dan doa.

“7 pasukan” sebagai pelajaran hidup

1. Bumi 🌍

Pelajaran: keteguhan & kewaspadaan

Makna: bumi menegakkan kita, tetapi bisa pula menjadi teguran bagi yang sombong.

Sikap bijak: berdiri di atas kebenaran, tidak tergoda kesombongan, siap belajar dari sejarah.

Renungan: Allah menegaskan bumi sebagai tempat berpijak dan bisa menjadi azab, seperti kisah Qarun yang ditelan bumi (QS. Al-Qasas: 81).

2. Air 💧

Pelajaran: kebersihan hati

Makna: air menghidupkan dan mensucikan; ia mengalir ke tempat rendah.

Sikap bijak: sucikan niat, bermanfaat bagi sekitar, pilih kata yang menyejukkan.

Renungan: Air sebagai sumber kehidupan dan juga azab, seperti banjir besar pada kaum Nabi Nuh (QS. Hud: 44).

3. Udara / Angin 🌬️

Pelajaran: keikhlasan

Makna: angin lembut menyuburkan; badai mengingatkan batas manusia.

Sikap bijak: kerja ikhlas tanpa pamrih, sadar bahwa kekuatan hakiki milik Allah.

Renungan: Angin lembut sebagai rahmat, tapi juga bisa menghancurkan kaum ‘Ad (QS. Al-Haqqah: 6).

4. Api 🔥

Pelajaran: kendali diri

Makna: api menghangatkan saat terkelola; membakar saat liar.

Sikap bijak: kendalikan emosi dan syahwat, gunakan energi untuk maslahat.

Renungan: Disebut dalam kisah Nabi Ibrahim yang diselamatkan dari api (QS. Al-Anbiya: 69).

5. Cahaya ☀️

Pelajaran: menjadi penerang

Makna: cahaya menunjukkan arah dan menyingkap kabut kebingungan.

Sikap bijak: sebarkan ilmu, adab, dan teladan yang memudahkan orang memilih kebaikan.

Renungan: Matahari, bulan, dan bintang sebagai tanda kebesaran Allah (QS. Yunus: 5).

6. Manusia 🧑

Pelajaran: amanah & keadilan

Makna: manusia sebagai khalifah: memakmurkan bumi, menegakkan keadilan.

Sikap bijak: jaga amanah, hindari zalim, tegakkan integritas dalam setiap peran.

Renungan: Diciptakan sebagai khalifah di bumi (QS. Al-Baqarah: 30).

7. Burung Ababil 🕊️

Pelajaran: kemenangan karena iman

Makna: kisah Al-Fil: pasukan kecil mengalahkan kesombongan besar dengan izin Allah.

Sikap bijak: jangan remehkan doa, sabar, dan tawakal; pertolongan Allah datang tepat waktu.

Renungan: Pasukan Allah yang menghancurkan tentara bergajah Abrahah (QS. Al-Fil: 3–5).

Langkah praktis menjadi Muslim yang bijak

  1. Perkuat akal & hati: rutin tilawah, tadabbur ayat-ayat kauniyah (alam) dan qauliyah (wahyu).
  2. Latih kendali emosi: tunda reaksi, pilih kata yang menyejukkan; seperti api yang terkelola.
  3. Kembangkan keikhlasan: ambil peran yang tak terlihat, fokus pada manfaat bukan pujian.
  4. Jadi penerang: bagikan ilmu singkat, adab, dan solusi konkret dalam komunitas.
  5. Jaga amanah: disiplin waktu, adil dalam keputusan, transparan dalam tanggung jawab.
  6. Perbanyak doa & tawakal: kuatkan keyakinan akan pertolongan Allah seperti pelajaran Ababil.